Lonjakan Harga CPO Manjakan Pelaku Usaha Masyarakat Non Skill

Viewer : 54 Kali
Lonjakan Harga CPO Manjakan Pelaku Usaha Masyarakat Non Skill
Lonjakan Harga CPO Manjakan Pelaku Usaha Masyarakat Non Skill

Laporan : Andi S. 

Morut_Sulteng, Libasnews.co.id –

Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) masih kuat menanjak hingga penghujung tahun 2021 

Tahun ini, CPO menjadi salah satu komoditas dengan kenaikan harga yang impresif terhitung sejak akhir 2020 silam mencatat kenaikan (year-to-date/ytd), dan melesat hingga menembus angka 30,22%. 

Dilansir dari situs resmi bursa perdagangan Minyak Sawit Dunia, harga CPO di Bursa Malaysia tercatat MYR 4.691/ton. Naik 0,17% dari posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya, Jumat (31/12/2021) pukul 10:14 WIB, Kendati Analis Komoditas, Wang Tao, Reuters,  memperkirakan dalam waktu dekat CPO akan mengalami konsolidasi. Harga akan bergerak netral di rentang MYR 4.676-4.751/ton. 

“Fase konsolidasi ini akan membentuk pola segitiga. Setelah fase ini selesai, harga CPO siap kembali menjalani uptrend. Pola yang terbentuk cenderung bullish,” papar Wang dalam riset hariannya. 

Jika harga CPO berhasil menembus MYR 4.751/ton, lanjut Wang, maka target selanjutnya adalah di MYR 4.812/ton. 

Sentimen positif harga pasar tersebut, turut memicu pertumbuhan kesejahteraan petani yang bergerak dibidang subsektor perkebunan sawit. 

Implikasi yang lain dari lonjakan itu, turut berdampak positif disekitar area konsesi perusahaan industri pengolahan kelapa sawit. 

Dampak positif tersebut ditandai dengan terbukanya peluang dan ruang pemberdayaan baru bagi masyarakat non skill dibidang pengembangan subsektor usaha mikro, khususnya di daerah Morowali Utara (Morut), Sawesi tengah (Sulteng). 

Menanggapi dampak positif implikasi sentiment kenaikan harga sawit di pasar lokal, Direktur LSM Jari Indonesia, Andi Samsu Alam mengajak seluruh element masyarakat, kehususnya petani sawit, agar lebih jelih dan mampu menyerap segala peluang usaha berdasarkan kapasitasnya. 

Selain itu, Ia juga berharap agar warga tani khususnya yang berdomisili Motut tidak terbuai kondisi, dan tetap fokus pada pemanfaatan setiap peluang untuk kepentingan pengembangan bidang usahanya. 

“Bukan hal yang mustahil akan terjadinya persaingan tidak sehat dilingkup pelaku usaha ditengah sentiment positif harga sawit ini. Olehnya itu, pelaku usaha senantiasa mewaspadai terjadinya gesekan horisontal akibat perseteruan kalangan elit yang sarat kepentingan, “ujarnya.

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *