Rencana Pembangunan Gereja Katolik Berpolemik. Kajari : “Sementara Sudah Mengikuti Prosedur, Tapi Tidak Ada Kepastian Apakah Ditolak.”

Viewer : 284 Kali
Suasana Dengar Pendapat terkait Pembangunan Gereja Katolik Paroki St.Yoshep Malili
Kepala Kejaksaan Negeri Luwu Timur

Malili, libasnews-
Merebaknya pro – kontra rencana pembangunan Gereja Katolik St.Yosep dikota Malili, hingga adanya nama kajari disebut dalam upaya “memuluskan” recana tersebut kian membuat polemik ditengah masyarakat.
Bagaimana tidak, masyarakat malili, khususnya yang berdomisili didesa puncak indah, kecamatan Malili, hingga sejumlah tokoh agama, bahkan aparat keamanan dari unsur TNI – Polri pun mulai turun tangan.
Setidaknya hal itu nampak dalam kegiatan pertemuan “dengar pendapat” yang digagas Cakir, Kepala Desa Puncak Indah, di Aula Kantor Desa Puncak Indah, Malili, Jum’at, 25/10/2019.
Dalam pertemuan tersebut dengan tegas sejumlah masyarakat yang hadir menolak rencana pembangunan gereja Katolik dipusat perkantoran pemkab Luwu Timur tersebut.
Rauf Dewang bahkan meminta masyarakat menahan diri, terlebih lagi kepada “panitia” pembangunan yang disebut melibatkan kajari Luwu Timur.
Menurut Rauf Dewang, kehadiran Kajari selaku bagian dari eksekutor penegakan hukum yang disebut terlibat dalam perencanaan tersebut harusnya lebih bisa mencerahkan, bukan justru memperkeruh suasana.
“justru seharusnya memberi contoh bukan malah sebaliknya terkesan memaksakan padahal unsur regulasi belum terpenuhi sebagaimana yg diatur dalam SKB 2 Menteri jadi seolah-olah hal ini terkesan dipaksakan dgn melobi semua pihak yang dianggap dapat memuluskan pembangunan rumah ibadah tersebut.” Jelas Rauf Dewang melalui pesan whatsapp kepada redaksi libasnews.
Sementara itu, meski terus mendapat tekanan publik berupa penolakan, Yohanis Avilla, kajari Luwu Timur yang “disebut” terlibat dalam upaya memuluskan pembangunan gereja katolik paroki St.Yoshep di kota Malili yang menjadi ibukota kabupaten Luwu Timur, menegaskan bahwa hingga saat ini, proses pengurusan izin sudah sesuai prosedur.
“sementara sdh mengikuti prosedur, tapi tdk ada kepastian apakah ditolak atau tidak.” jelas Yohanis Avilla melalui pesan whatsappnya yang diterima redaksi, Jum’at malam, 25/10/2019, sekira pukul 23:35. (Arsad).

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *