Usai “Ekspose” Temuan, Inspektorat Luwu Timur Bungkam. Roy : “Harusnya Inspektorat Jelaskan Bentuk Temuannya”

Viewer : 323 Kali
Kades Baruga, Kecamatan Malilk
Kades Baruga, Kecamatan Malilk

Malili, libasnews-
Isu temuan LHP yang dipublis inspektorat luwu timur menuai kecaman kepala desa.
Roy Mursyam, kades Baruga yang nama desanya dicantumkan dalam release berita salah satu media online mengaku heran dengan pernyataan pihak inspektorat yang menyebut adanya temuan disejumlah desa dilutim.
Roy Mursyam mengaku tidak menyalahkan siapapun dalam release berita yang termuat kamis, 31/10/2019 disalah satu media online, namun yang disayangkan, seharusnya orang yang memberi pernyataan menjelaskan apa bentuk temuan yang dimaksud sehingga tidak ada kesalahpahaman dimasyarakat.

“Harusnya inspektorat jelaskan bentuk temuannya.” jelasnya.

Bisa dibayangkan, lanjut kepala desa yang akrab disapa Bang Roy ini, jika kita menyimak pemberitaan tersebut, seolah-olah ke-7 desa tersebut telah menyalah gunakan keuangan negara.
Hal itu bisa dilihat dari uraian penjelasan temuan salah satu desa yang nama dan datanya sempat diuraikan dalam pemberitaan tersebut. ungkap Roy.
Dalam salah satu postingan dijejaring sosial facebook, Roy Mursyam juga mengaku heran karena pernah dipanggil dan ditanya BPK Soal pengadaan tenda kerucut, padahal dirinya tidak mengambil tenda kerucut.
Saat berbincang dengan pihak BPK kala itu, Roy baru mengetahui jika dirinya diperiksa karena nama desanya “dicatat” telah membeli tenda kerucut.
Olehnya itu, Roy Mursyam berharap agar tidak ada lagi bahasa “salah input” yang muncul karena hal itu akan merusak kredibilitas dan nama baik orang yang namanya dikaitkan dengan persoalan itu.
Lebih jauh Roy menjelaskan, sebelum adanya pemberitaan tersebut, pihak pemerintah desa Baruga sudah melakukan tindak lanjut dari hasil audit juni 2019 lalu itu.
“Sesuai pembicaraan sekdes dan pihak inspektorat, desa baruga sdh dinyatakan tdk ada masalah dgn temuan karena pihak pemdes baruga telah melakukan tindak lanjut hasil audit juni 2019 lalu.” Jelas Roy.
Pihak inspektorat Luwu Timur yang sebelumnya telah mengeluarkan pernyataan disalah satu media pun akhirnya “bungkam”.
Sofyan, salah satu auditor Inspektorat Luwu Timur yang coba dimintai tanggapannya soal permasalahan ini pun seolah enggan menjawab saat dihubungi via telepon selulernya.
Pesan singkat melalui aplikasi whatsapp pun tak dijawab.
Hal yang sama pun dialami saat awak media ini menghubungi Salam Latief, kepala Inspektorat Luwu Timur.
Pesan singkat melalui whatsapp dan short massege service (sms) pun tak dijawab.

Sebagaimana diketahui, dalam sebuah pemberitaan, inspektorat Luwu Timur mengakui adanya 7 Desa yang disebutkan ada temuan. Ke 7 desa tersebut yakni : Desa Baruga, Desa Balantang, Desa Wewangriu, Desa Pongkeru, Desa Pasi-Pasi, Desa Laskap dan Desa Harapan. (Arsad)

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *