“Yellow light” Bagi Pertahana Menjelang Pilkada 2020 Mendatang

Viewer : 107 Kali
Yellow light (ist)
Yellow light (ist)

Melihat survei merupakan kabar buruk bagi petahana jika maju sebagai calon nomor satu dan memaksakan diri sebagai calon nomor satu.

Karena kalau melihat survei tersebut sangat berat bagi dia (petahana) karena kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah rendah hanya 50%.

Karena menurutnya, salah satu variabel penting dalam melihat peluang itu (petahana) untuk maju biasanya mengacu kepada kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah. Tingkat kepuasan publik hanya 50%. Itu biasanya jadi lampu kuning. Idealnya calon incumbent bisa terpilih lagi itu umumnya yang tingkat kepuasan publik terhadap kinerjanya pada angka 70% keatas.

“Berat, dia harus berdarah-darah untuk memenangkan pertarungan pesta demokrasi lima tahun tingkat Kabupaten” Jelang Pilkada 2020”

Meski demikian, bukan berarti peluang petahana hilang, karena ada juga tingkat kepuasan di angka 50% tapi karena ada figur yang kuat dia bisa menang. Hal itu terjadi di beberapa kasus.

“Kalau kita lihat masih ada calon dan figur lain termasuk figur perempuan.

Sementara berdasarkan survei, Calon A tingkat kepuasannya hanya 50%. Ini menjadi lampu kuning buat Calon A jika maju menjadi nomor 1 kembali.

Survei bisa dipesan oleh siapa saja namun hasil survei tidak bisa dipesan

Publikasi hasil survei ini merupakan bagian dari transparansi. Beda hal kalau pihaknya sembunyi-sembunyi mengundang wartawan dan meminta tolong beritanya yang menarik.

“Mari kita sama-sama membedah hasil survei sebagai bagian pendidikan politik bagi para kader-kadernya. Yang pasti, tidak ada penggiringan apapun kepada publik untuk memilih A, B, C dan seterusnya,”.

Penulis : ViN’s

ARTIKEL TERKAIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *